Santri Didorong Kuasai Dunia Digital Melalui Sarasehan "Ngopi Ala Santri"

 

TANGGUNGHARJO - Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Desa Ngetuk, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, menggelar sarasehan bertajuk “Freelancer Dunia Digital Tidaklah Menakutkan untuk Santri” pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. 


Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para santri agar mampu menangkap peluang di era digital tanpa rasa takut.


Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Gus Millah Azka, adik dari pengasuh pesantren, Gus Syihabul Millah. 


Suasana yang awalnya hening berubah hangat ketika sesi utama dimulai dengan menghadirkan Feri Saputro, sosok kreatif yang dikenal luas sebagai pendiri Bahasa sekaligus editor di sejumlah perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Twitter.


Dalam paparannya, Feri mengajak santri agar memiliki keberanian dan kemandirian ketika memilih jalan sebagai pekerja lepas di dunia digital. 


Menurutnya, uang hanyalah bonus, sementara tujuan utama adalah proses berkarya dan memberikan manfaat. 


“Menjadi seorang freelancer harus pula mempunyai keberanian dan kemandirian,” ujar alumnus Sastra Bahasa Universitas Gadjah Mada (UGM).


Sesi tanya jawab yang dipandu moderator Asna Kamila Putri. Antusiasme tinggi tampak dari partisipasi santriwan-santriwati serta perwakilan Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU yang hadir memenuhi aula pesantren. 


Diskusi seputar tantangan dan peluang dunia digital menambah wawasan baru bagi para peserta.


Gus Syihabul Millah menegaskan pentingnya pemahaman santri mengenai output teknologi di masa depan. Ia menekankan bahwa santri tidak boleh hanya terpaku pada tradisi, tetapi juga harus siap menghadapi perubahan zaman. 


“Santri juga harus memahami arti dari output terutama di bidang teknologi di masa depan,” tutur Gus Syihab.


Kegiatan ini ditutup dengan pesan motivatif dari narasumber yang menekankan bahwa menjadi santri sekaligus freelancer bukanlah hal yang kontradiktif, melainkan sebuah peluang untuk berkontribusi lebih luas. 


Dengan bekal pengetahuan agama dan kemampuan digital, santri diharapkan mampu hadir sebagai generasi tangguh yang berdaya saing di tengah cepatnya arus perubahan teknologi.


Penulis : Ali Mudzakir

Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1