Ratusan Jamaah Khidmat Ikuti Haul Pendiri PP Al Muttaqin Bandung Sari Grobogan

 

NGARINGAN – Pondok Pesantren (PP) Al Muttaqin di Desa Bandung Sari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, menggelar acara doa bersama dalam rangka memperingati Haul Simbah K. Munawir dan Ibu Nyai Yatimah, Selasa (13/1/2026).


​Acara peringatan wafatnya pendiri pesantren tersebut dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari para kiai, alumni, simpatisan, warga sekitar, hingga tamu undangan dari luar daerah.


​Rangkaian kegiatan haul sejatinya telah dimulai sejak Senin (12/1) malam dengan agenda khataman Al-Qur'an bil ghoib oleh santri putra, yang kemudian dilanjutkan oleh santri putri pada Selasa pagi. Puncak spiritualitas acara terasa saat seluruh jamaah melakukan ziarah bersama ke makam K. Munawir di area pemakaman Desa Bandung Sari pada pukul 13.00 WIB, selepas salat Zuhur.


​Pengasuh PP Al Muttaqin, K. Ahmad Tahrir, memimpin pembukaan acara dengan pembacaan salam dan tawassul. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat Ustadz Ibrohim Khon, mewakili keluarga besar ndalem, menyampaikan sambutannya.


​Dalam sambutannya, Ustadz Ibrohim tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada para hadirin, tetapi juga mengisahkan kembali manaqib (riwayat hidup) dan keteladanan Simbah K. Munawir semasa hidupnya.


​"Semasa hidup beliau, kalau ada rezeki, yang didahulukan adalah urusan pembangunan pondoknya daripada tempat tinggalnya sendiri. Walaupun rumah beliau kondisinya masih belum baik, itulah yang selalu diutamakan beliau," kenang Ustadz Ibrohim, menggambarkan dedikasi sang pendiri terhadap pendidikan agama.


Ingat Mati dan Bakti Orang Tua


​Acara inti diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Fatkhur Rozi dari Tuban, Jawa Timur. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya mengingat kematian sebagai pengingat hakiki bagi manusia.


​"Mari kita harus bisa merasakan 'mati' sebelum mati. Intinya kita hidup di dunia ini bukan sekedar untuk hidup, tetapi harus menyiapkan apa yang akan kita bawa setelah meninggalkan dunia ini," tutur KH. Fatkhur Rozi.


​Beliau menjelaskan bahwa penyebab utama manusia sering lupa akan tujuan akhirat adalah terlalu banyaknya angan-angan dan keinginan duniawi yang sifatnya hanya sementara. Selain menekankan kewajiban salat lima waktu, KH. Fatkhur Rozi juga memberikan poin penting amalan tambahan bagi para jamaah.


​"Jangan tinggalkan salat Qiyamullail dan Duha. Serta jangan pelit kepada orang tua yang sudah meninggalkan kita, selalulah ziarah dan bawakan bunga ke tempat pemakamannya," pesannya.


​Kegiatan haul yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Fatkhur Rozi, bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1447 H.


Penulis : Kang Nur

Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1