Tok! Muktamar ke-35 NU Tetapkan Ketua Umum PBNU Dipilih Melalui AHWA

Tok! Muktamar ke-35 NU Tetapkan Ketua Umum PBNU Dipilih Melalui AHWA


JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan keputusan penting terkait tata cara penentuan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut menyepakati penggunaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai mekanisme penentuan Ketua Umum PBNU.

Keputusan itu diperoleh setelah peserta muktamar melakukan pemungutan suara untuk menentukan sistem yang akan digunakan. Hasilnya, opsi AHWA mendapatkan dukungan mayoritas peserta.

Dari 552 suara yang masuk, sebanyak 401 suara menyatakan setuju Ketua Umum PBNU ditentukan melalui AHWA. Sementara itu, 150 suara memilih mempertahankan sistem pemungutan suara secara langsung. Adapun 1 suara dinyatakan tidak sah.

Jika dipersentasekan, dukungan terhadap AHWA mencapai sekitar 72,64 persen, sedangkan suara yang menghendaki sistem pemilihan langsung berada di angka 27,17 persen. Satu suara tidak sah setara dengan sekitar 0,18 persen.

Dengan hasil tersebut, Muktamar ke-35 NU secara resmi menetapkan bahwa proses penentuan Ketua Umum PBNU tidak lagi menggunakan pola one man one vote, melainkan melalui forum AHWA.

AHWA merupakan konsep yang menempatkan sejumlah ulama terpilih untuk menjalankan peran dalam menentukan pemimpin organisasi. Sistem ini menjadi bagian dari dinamika pembahasan tata kelola organisasi NU dalam Muktamar ke-35.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Setelah tata cara ditetapkan, tahapan selanjutnya akan berlanjut pada proses penjaringan dan penentuan nama-nama yang akan mengikuti proses pemilihan Ketua Umum PBNU melalui AHWA.


Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi. Selain menentukan kepemimpinan PBNU, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membahas berbagai agenda strategis NU dalam menghadapi tantangan organisasi dan masyarakat ke depan.

Dengan suara mayoritas 401 dari 552 peserta, AHWA akhirnya menjadi jalan yang dipilih Muktamar ke-35 NU untuk menentukan Ketua Umum PBNU. Tentu juga berlaku untuk semua kepengurusan di tingkat bawahnya, baik PWNU, PCNU, MWC NU dan PRNU semua pemilihan ketua dipilih oleh AHWA.

Oleh : Ahmad Harir

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1