KLAMBU – Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Menawan, Kecamatan Klambu, menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ pada Jumat (15/8/2025) malam di Musholla Al-Barokah, Dusun Kayumas, Menawan.
Acara ini dihadiri para kiai se-Desa Menawan, jajaran pengurus ranting, anak ranting, serta warga Nahdliyyin setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriyah PRNU Desa Menawan, Kiai Fauzan, menyampaikan sambutan sarat makna, khususnya terkait peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia mengutip dawuh Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah:
لَا حُرِّيَّةَ إِلَّا بِالدِّيْنِ
(“Tidak ada kemerdekaan kecuali dengan beragama.”)
Menurut Kiai Fauzan, dawuh tersebut mengandung makna mendalam bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, melainkan juga kemampuan manusia mengatur dirinya dengan tuntunan agama.
“Tanpa agama, kebebasan bisa menjadi bumerang. Manusia memang merdeka secara lahir, tetapi terjajah oleh hawa nafsu, syahwat dunia, ketamakan, dan keserakahan. Sebaliknya, dengan agama, manusia menemukan arah, tujuan, adab, serta tanggung jawab yang membawa kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia sejak 1945 harus terus dijaga agar selalu berada dalam naungan nilai-nilai agama.
“Kemerdekaan tanpa agama hanya akan menjerumuskan. Maka mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan meningkatkan ketaatan ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” tambahnya.
Acara Lailatul Ijtima’ malam itu berlangsung penuh khidmat. Selain menjadi ajang silaturahmi warga Nahdliyyin, juga meneguhkan kembali komitmen NU dalam menjaga keseimbangan antara keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.
“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk mengisi kemerdekaan dengan amal shalih, membangun Desa Menawan yang lebih maju, sejahtera, dan diridhai Allah SWT,” pungkas Kiai Fauzan.
Penulis: Ahmad Shokibi
Editor : Rubadi