Peringati Harlah ke-103 NU, Ranting Desa Pendem Gelar Khataman Al-Qur'an 30 Juz di Tengah Guyuran Hujan


GROBOGAN – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pendem beserta Badan Otonom (Banom) menggelar malam tirakatan dan khataman Al-Qur'an 30 juz dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-103. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Masjid Dusun Dawung, Desa Pendem, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (17/1/2026).


​Meskipun diwarnai dengan turunnya hujan, acara yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sugianto ini tetap berjalan lancar dan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak antusias melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai wujud syukur dan doa bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama.


​Kepala Desa Pendem, H. Mohammad Mukhlas Koiri, yang juga menjabat sebagai Mustasyar dalam kepengurusan NU Ranting Desa Pendem, hadir memberikan sambutan. Dalam pidatonya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi NU di desanya.


​"Saya sangat berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama Ranting Desa Pendem yang telah peduli kepada warganya dalam mensuport kegiatan-kegiatan yang ada di desa menuju masyarakat yang lebih baik," ujar H. Mohammad Mukhlas Koiri.


​Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ngaringan, K. Abdul Rohim dari Bandung Sari. Dalam mauidhoh hasanahnya, beliau menekankan pentingnya warga NU memegang teguh prinsip dasar organisasi, yakni nasionalis dan religius.


​"Dalam NU kita berpegang teguh pada prinsip nasionalis dan religius. Kita ikut ulama, dan ulama itu membuat jam'iyah, otomatis kita sudah masuk di dalam jam'iyah tersebut," tegas K. Abdul Rohim.


​Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa sisi religius warga NU tercermin dalam amalan sehari-hari seperti tahlilan dan berjanjenan. Sementara sisi nasionalis termaktub dalam semboyan Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman).


​"Bukti kita cinta tanah air adalah setiap apa yang kita lakukan tentu yang bersifat baik, memperbaiki, dan tidak membuat onar," imbuhnya.


​Rangkaian acara tirakatan ini dipungkas dengan pembacaan doa oleh Alhafidz Ustadz Tafid dari Bandung Sari. Sebagai simbol rasa syukur, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh K. Abdul Rohim selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngaringan, yang kemudian diserahkan kepada H. Harsono selaku Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Pendem.


Penulis: Kang Nur

Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1