MWC NU Ngaringan Gelar Tarling Putaran Kedua di Sendangrejo: Berikan Edukasi Wakaf

MWC NU Ngaringan Gelar Tarling Putaran Kedua di Sendangrejo: Berikan Edukasi Wakaf

NGARINGAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ngaringan kembali melaksanakan agenda rutin Safari Ramadhan atau Tarawih Keliling (Tarling). 


Putaran kedua ini bertempat di Ranting NU Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (26/2/2026).


​Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Ngaringan, Forkopimcam Ngaringan, pengurus Ranting se-Kecamatan, Badan Otonom (Banom), lembaga NU, serta Kepala Desa setempat.


​Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Sendangrejo, Ustadz Mahfudz Amrullah, bersama Kepala Desa Sendangrejo, Sugianto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran rombongan MWC NU serta para jamaah. 


Mereka berharap momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pengurus.


​Mewakili Forkopimcam Ngaringan, Kepala KUA Kecamatan Ngaringan, K. Rif’an, memberikan sosialisasi menarik mengenai wakaf. Beliau menekankan bahwa wakaf tidak melulu soal tanah atau aset besar.


​"Wakaf tidak harus berupa tanah. Bahkan uang 50 ribu atau 100 ribu rupiah yang dikumpulkan secara berjamaah untuk membeli tanah tempat ibadah, jika diniatkan untuk wakaf, maka sudah termasuk pahala wakaf," jelas K. Rif’an.


​Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngaringan, K. Abdul Rohim, menegaskan bahwa Tarling merupakan agenda tahunan yang konsisten dijalankan setiap bulan suci Ramadhan.


​"Selain Tarling, MWC NU Ngaringan juga memiliki agenda rutin seperti Bahtsul Masail yang digelar setiap tiga bulan sekali, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya untuk melayani umat," tegasnya.


​Puncak acara diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh Ketua LBM MWC NU Ngaringan, K. Abdul Basith. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjaga shalat sebagai tiang agama (Asholatu Imaduddin).


​"Shalat itu mencakup seluruh rukun Islam. Siapa yang menegakkan shalatnya, berarti ia sedang menegakkan agamanya. Begitu pun sebaliknya," pesannya.


​Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. Ali Shodiqin, kemudian dilanjutkan dengan sesi musyafahah (bersalam-salaman) untuk memperkuat rasa persaudaraan di antara para hadirin.


​Penulis: Kang Nur

​Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1