​Safari Ramadhan MWC NU Ngaringan, Jamaah Fatayat dan Muslimat NU Membludak

​Safari Ramadhan MWC NU Ngaringan, Jamaah Fatayat dan Muslimat NU Membludak

NGARINGAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ngaringan kembali memperkuat ukhuwah islamiyah melalui agenda rutin Safari Ramadhan atau Tarawih Keliling (Tarling). 


Memasuki putaran ketiga, kegiatan kali ini dipusatkan di Ranting NU Desa Pendem, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (28/2/2026).


​Acara yang bertempat di Masjid Baitunnur, Dukuh Kleco ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Ngaringan, Forkopimcam, pengurus Ranting NU se-Kecamatan, Badan Otonom (Banom), lembaga NU, serta kepala desa beserta perangkatnya. 


Antusiasme warga terlihat berbeda dari biasanya, kehadiran jamaah Muslimat dan PAC Fatayat yang membeludak menambah kekhusyukan suasana malam itu.


​Dalam sambutannya,  Ketua Tanfidziah Ranting NU Desa Pendem, KH Harsono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para peserta Tarling yang memenuhi ruang utama masjid.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pendem, Muhammad Mukhlas Khoiri, memberikan imbauan strategis terkait tradisi Takbir Mursal yang akan datang. Beliau menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar kondusivitas tahun lalu dapat terulang kembali.


​"Kami akan segera melakukan mediasi dengan tokoh pemuda, tokoh agama, serta bersinergi dengan Ansor, Banser, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk memastikan perayaan hari kemenangan berjalan aman," tegasnya.


​Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari yang ada di lokasi memberikan peringatan keras terkait fenomena kenakalan remaja. Beliau meminta orang tua untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam aksi "perang sarung" yang marak terjadi hingga memakan korban jiwa.

​Mewakili Ketua Tanfidziah MWC NU Ngaringan K Ahmad Kharis pun berpesan tentang "Khoirunnas anfauhum linnas" (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain).


​"Tarling bukan sekadar ritual, melainkan wadah mengenal satu sama lain dalam bingkai satu kecamatan," ucapnya.


Selain itu, beliau mengajak warga Nahdliyyin untuk konsisten mendukung gerakan UPZISNU melalui Kotak Koin NU. 


Menurutnya, kemandirian organisasi melalui koin ini sangat membantu operasional kegiatan keagamaan seperti Tarling dan Bahtsul Masail.


​Sebagai bentuk kenang-kenangan, MWC NU Ngaringan menyerahkan cenderamata berupa Jadwal Waktu Sholat Abadi kepada takmir Masjid Baitunnur.


​Puncak acara diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh KH. Ali Shobirin (Katib Syuriyah MWC NU Ngaringan). Beliau mengupas sejarah turunnya Surat Al-Qadr.

​Beliau menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW yang sempat merasa kagum sekaligus sedih melihat umat Bani Israil (umat Nabi Musa AS) yang mampu beribadah selama 83 tahun 4 bulan tanpa henti. 


​"Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan bagi umat masa kini untuk mendapatkan pahala yang setara dengan seribu bulan atau 83 tahun bagi mereka yang sungguh-sungguh beribadah," jelas KH. Ali Shobirin.


​Acara kemudian ditutup dengan doa oleh K. Harto, dilanjutkan dengan sesi musyafahah (bersalam-salaman) untuk mempererat tali silaturahmi. 


​Penulis: Kang Nur

Editor: Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1