NGARINGAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ngaringan kembali memperkokoh tali silaturahmi antarumat melalui kegiatan Safari Ramadhan atau Tarawih Keliling (TARLING). Pada putaran keempat ini, Masjid Baitul Amin, Dusun Tahunan, Desa Ngarap-arap, terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut pada Senin (2/3/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Ngaringan, Forkopimcam, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ngaringan, Badan Otonom (Banom), Lembaga NU, Kepala Desa, serta masyarakat setempat.
Tampak hadir pula Ketua PAC Fatayat NU Ngaringan, Zidni Ira Nurhidayati, beserta rombongan yang setia mengawal rangkaian agenda Tarling.
Syuriah Ranting NU Desa Ngarap-arap, K. Munir, warga cukup antusias dalam menyiapkan lokasi acara meski masjid sedang dalam proses perbaikan. Ia juga mengapresiasi kehadiran para jamaah yang telah mensukseskan acara tersebut.
Senada dengan hal itu, Kepala Desa Ngarap-arap, Nur Alim, ia menegaskan pentingnya kegiatan ke-NU-an sebagai wadah bertemunya ulama dan umaro (pemerintah).
"Dengan berkumpulnya ulama dan umaro, insyaallah desa dan kecamatan kita akan aman. Semoga para jamaah diberikan kesehatan, keberkahan, serta rezeki yang halal dan melimpah," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ngaringan, Bakri, mewakili Camat Widodo Joko Nugroho, memberikan himbauan terkait ketertiban umum. Ia menekankan agar masyarakat, khususnya remaja, menjaga suasana kondusif selama Ramadhan.
"Aktivitas seperti kotekan (membangunkan sahur) harus tetap dilakukan dengan tertib," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngaringan, K. Abdul Rohim, melaporkan lebih dari 400 pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ngaringan resmi dilantik pada 8 Februari lalu.
Ia berharap dengan struktur kepengurusan yang lengkap, NU di tingkat lokal bisa semakin maju.
Sebagai kenang-kenangan, MWC NU Ngaringan menyerahkan jadwal sholat abadi hasil rilis KH Ilya Ashari (Lembaga Falakiyah MWC NU Ngaringan) kepada takmir Masjid Baitul Amin.
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWC NU Ngaringan menyampaikan mauidzah hasanah. Beliau menekankan lima keistimewaan bagi orang yang konsisten menjalankan sholat fardhu berjamaah yakni : dimudahkan rezekinya, terhindar dari siksa kubur, catatan amal diterima dengan tangan kanan, melewati jembatan Shirath secepat kilat, serta masuk surga tanpa hisab.
"Sholat adalah amalan pertama yang dihisab oleh Allah SWT. Kualitas sholat seseorang akan menentukan penilaian terhadap amal-amal lainnya," pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. Jamasri, dilanjutkan dengan sesi musyafahah (bersalam-salaman) untuk mempererat tali silaturahmi antar jamaah.
Penulis: Kang Nur
Editor: Rubadi



