KARANGRAYUNG — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Karangrayung sukses menggelar serangkaian acara yang meliputi Pengajian Umum, Halal Bihalal, sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Masjid Jami' Nurudin, Desa Sumberjosari, pada Jumat (17/4/2026).
Rangkaian acara religius tersebut diawali dengan lantunan suci pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Mojoagung.
Plt. Ketua Muslimat NU Karangrayung, Hj. Sujatmi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada PR Mojoagung yang telah bertugas membuka acara dengan baik. Momen ini juga dimanfaatkannya untuk saling bermaaf-maafan dengan para jamaah yang hadir.
"Masih dalam suasana bulan Syawal, kami memohon maaf atas segala kesalahan, semoga Allah SWT memberikan ampunan kepada kita semua. Selamat Harlah Muslimat NU ke-80, semoga Muslimat NU Karangrayung selalu istiqomah berkhidmat sehingga ke depannya semakin kremboko (tumbuh subur dan berkembang). Aamiin Yaa Robbal'alamiin," tutur Hj. Sujatmi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PAC MNU Karangrayung, Komariyah, turut memberikan laporan terkait sejumlah program dan kegiatan yang telah berjalan.
"Kegiatan yang sudah terlaksana oleh PAC MNU Karangrayung di antaranya adalah partisipasi pada peringatan Harlah MNU ke-80, baik di tingkat Cabang maupun Wilayah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Komariyah juga mengumumkan adanya inagurasi paralegal dari PAC MNU Karangrayung. Terdapat satu perwakilan yang ditunjuk, yakni dirinya sendiri yang juga menjabat sebagai Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Jetis.
Memasuki acara inti, jamaah mendengarkan Mauidhoh Hasanah (ceramah agama) yang disampaikan oleh Ky. Ainur Rofiq. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan pesan khusus kepada kaum ibu mengenai adab beribadah, di mana seorang istri hendaknya senantiasa mendapat rida dan izin dari suami.
Ky. Ainur Rofiq juga menekankan bahwa esensi saling memaafkan tidak boleh dibatasi oleh waktu.
"Halal bihalal tidak harus di bulan Syawal saja. Kita sebagai manusia setiap saat bisa melakukan kesalahan. Jadi, kalau bisa, setiap kali melakukan kesalahan baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, segeralah meminta maaf tanpa harus menunggu bulan Syawal," tegasnya.
Lebih jauh, beliau mengingatkan pentingnya menjaga dan memupuk keimanan agar kualitasnya tidak menurun.
"Keimanan itu harus selalu dipupuk agar nilainya semakin bertambah, salah satunya dengan rutin mengikuti pengajian. Hal ini penting karena kualitas keimanan manusia itu sifatnya bisa berkurang," jelas Ky. Ainur Rofiq.
Rangkaian acara yang sarat akan makna silaturahmi dan penguatan iman ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ky. Ainur Rofiq, memohon keberkahan dan ampunan bagi seluruh jamaah yang hadir.
Penulis: Komariyah An Nur
Editor : Rubadi



