​Wujud Kepedulian kepada Munfiq Aktif, UPZISNU Pendem Grobogan Tasarufkan Santunan Koin NU

​Wujud Kepedulian kepada Munfiq Aktif, UPZISNU Pendem Grobogan Tasarufkan Santunan Koin NU

NGARINGAN - Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Desa Pendem, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengelola dana umat. Pada Sabtu (13/6/2026), mereka mentasyarufkan hasil Koin NU untuk program sosial kemanusiaan berupa santunan kematian.


​Kali ini, santunan diberikan kepada keluarga almarhumah Ibu Nyai Salamah, istri dari K. Ali Ikhwan Anshori, yang wafat beberapa waktu lalu. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai salah satu munfiq (pemberi infak) aktif yang istiqamah mendukung program-program NU melalui kotak Koin NU di Desa Pendem.


​Penyerahan santunan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Pendem, K. Harsono. Mewakili seluruh jajaran pengurus NU dan UPZISNU selaku ujung tombak penggalian dana umat, ia menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan salah satu penggerak terbaiknya.


​"Kami keluarga besar NU Ranting Pendem turut berdukacita atas wafatnya Ibu Nyai Salamah. Beliau adalah sosok yang sangat kami rasakan kiprahnya dalam menyukseskan program NU sebagai munfiq Koin NU. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan amal jariyahnya terus mengalir," tutur K. Harsono.


​Santunan dari dana Koin NU tersebut diterima langsung oleh perwakilan keluarga almarhumah, K. Ahmad Khundhori. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pengurus NU.


​"Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada NU dan UPZISNU. Semoga para pengurus diberi keistiqamahan dan NU semakin maju dalam menjalankan program-program untuk kemaslahatan umat," ungkap K. Ahmad Khundhori.


​Dari Umat, Oleh Umat, Untuk Umat

​Pentasyarupan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan Koin NU bukan sekadar aktivitas pengumpulan dana, melainkan instrumen untuk merekatkan ukhuwah (persaudaraan) dan menghadirkan manfaat konkret. 


Dana yang dihimpun dari masyarakat terbukti kembali kepada jemaah, termasuk sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para donatur yang telah berpulang.


​Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, jajaran Pengurus Ranting NU, Badan Otonom (Banom), lembaga, serta warga setempat juga menggelar doa tahlil bersama di rumah duka pada malam harinya.


Penulis : Kang Nur

Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1