Membentuk Generasi Islami dan Bebas Perundungan, MI Miftahul Ulum Lajer Gelar MATAMUDA

Membentuk Generasi Islami dan Bebas Perundungan, MI Miftahul Ulum Lajer Gelar MATAMUDA

GROBOGAN - MI Miftahul Ulum Lajer, Penawangan, Kabupaten Grobogan, resmi menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) selama enam hari, mulai tanggal 13 hingga 18 Juli 2026.


Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami serta membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.


Mengenal Rumah Kedua

Pada hari pertama pelaksanaan, para siswa baru diajak berkeliling mengenalkan berbagai fasilitas dan sarana yang ada di madrasah. Mulai dari ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, musala, lapangan olahraga, kamar mandi, hingga area kantin.


Pengenalan ini menjadi langkah awal agar para siswa merasa nyaman dan familiar dengan lingkungan baru mereka. Melalui kegiatan ini, madrasah juga menegaskan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam meraih prestasi, tetapi juga sarat dengan nuansa keislaman yang kental.


Membangun Keterampilan Sosial

Memasuki hari kedua hingga kelima, fokus kegiatan beralih pada pembekalan karakter dan interaksi sosial. Para murid dibimbing mengenai tata cara berteman serta bersosialisasi yang baik, benar, dan santun.


Materi ini diberikan sebagai fondasi dasar agar seluruh peserta didik mampu beradaptasi, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa empati antar sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Komitmen Bersama Gerakan Anti-Perundungan (Anti-Bullying)

Puncak kegiatan MATAMUDA ditutup pada hari keenam dengan agenda edukasi berupa gerakan anti-perundungan (anti-bullying). 


Sesi yang dipandu oleh Zuliana selaku pemateri ini menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang saling menyayangi, baik terhadap teman sebaya maupun adik kelas.


Kepala MI Miftahul Ulum Lajer, Ahmad Mustofa, mempertegas komitmen madrasah untuk menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.


"Seluruh siswa harus senantiasa hidup rukun dan saling menghormati tanpa ada aksi perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun," ujar Ahmad Mustofa mendampingi pesan moral penutup acara.


Kehadiran para pendidik dan tamu guru dalam rangkaian acara ini turut memberikan keteladanan nyata bagi para peserta didik. Melalui keteladanan tersebut, diharapkan gerakan anti-perundungan ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.


Melalui penyelenggaraan MATAMUDA, MI Miftahul Ulum Lajer yang berada di bawah naungan Kementerian Agama berkomitmen membentuk generasi murid yang berakhlak mulia, berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah, serta melanjutkan cita-cita leluhur Nahdlatul Ulama dalam mencetak insan yang berilmu dan berkarakter.


Penulis : Maftuhan

Editor : Rubadi

أحدث أقدم
Post ADS 1