Memupuk Akhlak dan Semangat Kebinekaan, MI Miftahul Ulum Lajer Gelar Perjusa Hari Pramuka

Memupuk Akhlak dan Semangat Kebinekaan, MI Miftahul Ulum Lajer Gelar Perjusa Hari Pramuka


GROBOGAN - Menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65, MI Miftahul Ulum Lajer, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, kembali menggelar perkemahan tahunan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perkemahan kali ini dikemas dalam bentuk Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang berlangsung di halaman madrasah pada 14–15 Agustus 2026.


Pemilihan lokasi di lingkungan sekolah dilakukan secara cermat demi efisiensi anggaran, kenyamanan peserta dan pembina, serta memberikan kemudahan bagi orang tua saat penjemputan. Meski hanya mendirikan satu tenda utama sebagai simbolis, rangkaian kegiatan yang dipadatkan justru membuat seluruh acara berlangsung lebih efektif, padat, dan sarat makna.


Beragam kegiatan edukatif bernuansa Islami dan kepramukaan digelar, mulai dari tadabur alam, outbound, pawai obor, penyampaian materi, api unggun, pentas seni, hingga bakti sosial sebagai wujud kepedulian antar sesama.


Momen Hangat dan Pesan Filantropi Islami

Suasana perkemahan semakin semarak ketika memasuki sesi api unggun dan pentas seni. Kehadiran para orang tua yang datang memberikan dukungan langsung menciptakan momen haru sekaligus mengocok perut melalui penampilan lucu anak-anak mereka.


Dalam amanatnya, Kepala MI Miftahul Ulum Lajer selaku Pembina Upacara, Kak Ahmad Mustofa, menyampaikan filosofi mendalam di balik kobaran api unggun.


"Filosofi api adalah keberanian untuk berkorban. Seperti kayu yang merelakan dirinya terbakar demi memberi terang bagi sekelilingnya, seorang Pramuka sejati harus memiliki jiwa ikhlas berkorban dan menjadi penerang bagi masyarakat," tutur Kak Ahmad Mustofa.


Nilai tersebut sejalan dengan spirit ajaran Islam tentang pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain (khairunnas anfa'uhum linnas).


Menjaga Ruh Agama dan Kebinekaan

Sementara itu, panitia utama kegiatan, Kak Zuliana, menekankan bahwa nilai-nilai kepramukaan tidak pernah lepas dari pondasi agama dan kebangsaan.


"Pramuka adalah bagian dari ruh yang utuh. Nilai-nilai kepramukaan berjalan selaras dengan kaidah agama Islam dan semangat kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," papar Kak Zuliana.


Memasuki tengah malam, suasana khusyuk menyelimuti sesi renungan malam yang dipimpin oleh Kak Shofiatul Barokah. Sesi ini menjadi momentum muhasabah (introspeksi diri) bagi seluruh peserta.


"Kita menyadari betapa banyaknya dosa yang telah kita perbuat—baik kepada Allah SWT, orang tua, maupun sesama manusia. Melalui momentum ini, mari kita perbaiki akhlak dan menata tutur kata serta perilaku agar tidak berbuat semena-mena dalam kehidupan sehari-hari," pesan Kak Shofiatul dengan penuh keharuan.


Evaluasi Berkelanjutan demi Pelayanan Terbaik

Pihak sekolah menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk memperbaiki kekurangan dan menghadirkan inovasi baru. Langkah ini diambil agar kegiatan perkemahan madrasah tidak hanya mendidik para siswa, tetapi juga memberikan kesan yang mendalam dan menyenangkan bagi masyarakat serta para orang tua murid.


Melalui Perjusa ini, MI Miftahul Ulum Lajer berhasil membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi wadah yang efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, bertaqwa, berkepribadian luhur, dan cinta tanah air.


Penulis : Maftuhan

Editor : Rubadi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1