NGARINGAN – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ngaringan pada, Ahad (18/10/2026).
Rangkaian Napak Tilas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan yang telah menempuh perjalanan ziarah sejak pagi hari akhirnya mencapai titik akhir di wilayah Ngaringan, setelah sebelumnya rombongan singgah dan berziarah di MWC NU Wirosari.
Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan ziarah biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk merawat sanad perjuangan, menghidupkan kembali sejarah, dan menyambungkan mata rantai spiritual para pendahulu Nahdlatul Ulama di Kabupaten Grobogan.
Hadir dalam kesempatan bersejarah tersebut jajaran lengkap kepengurusan PCNU Kabupaten Grobogan, di antaranya:
KH. Ahmad Hambali (Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Grobogan)
KH. Ahmad Fadil (Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Grobogan)
Segenap jajaran Badan Otonom (Banom), Lembaga, serta Pengurus MWC NU se-Kabupaten Grobogan.
Sebagai tuan rumah, MWC NU Ngaringan menunjukkan soliditas dan kekompakan organisasi yang luar biasa. Seluruh Pengurus MWC, Banom, Lembaga, hingga Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ngaringan bergerak serentak dan bergotong-royong menyambut para tamu dengan pelayanan terbaik.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngaringan, K. Abdul Rochim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh rombongan yang hadir.
"Kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengikuti rangkaian acara ini hingga paripurna. Kehadiran Panjenengan semua adalah bentuk cinta kepada para masyayikh dan penguatan khidmah kita kepada jam'iyyah. Semoga khidmah kita bisa berlanjut sampai akhir hayat," tutur K. Abdul Rochim.
Lebih lanjut, beliau memberikan refleksi sejarah yang menggugah. Beliau mengingatkan bahwa di antara makam yang diziarahi pada siang hari tersebut, bersemayam para kiai dan ulama besar yang pernah mengemban amanah sebagai pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Grobogan, di antaranya KH. Abdul Karim dan KH. Muslich.
"Makam-makam ini adalah saksi bisu perjuangan NU. Beliau-beliau yang telah mendahului kita adalah teladan tentang keikhlasan berkhidmah, tanpa pamrih, dan penuh keberkahan. Semoga kita semua dapat melanjutkan estafet perjuangan beliau," lanjutnya.
Rangkaian acara yang penuh kekhidmatan ini ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Mustasyar MWC NU Ngaringan, KH. Ma'ruf. Dalam untaian doanya, beliau memohon keberkahan, keselamatan, dan keistiqomahan bagi jam'iyyah Nahdlatul Ulama, serta maghfirah bagi para masyayikh yang telah berpulang.
Sebelum kembali ke daerah masing-masing, seluruh jamaah dan rombongan PCNU Kabupaten Grobogan diundang untuk mengikuti sesi ramah tamah. Kehangatan silaturahmi ini berlangsung di dua lokasi, yaitu: Ndalem Pondok Al-Ma'ruf Bandungsari (Gus Alauddin Najih)
Ndalem K. Abdul Rochim (Ketua Tanfidziyah MWC NU Ngaringan).
Suasana penuh keakraban tersebut menjadi penutup yang sempurna, sekaligus menguatkan ukhuwah dan meneguhkan komitmen bersama untuk terus merawat tradisi serta melanjutkan cita-cita perjuangan para ulama.
Penulis: Kang Nur
Editor : Rubadi



