PULOKULON – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pulokulon menggelar Pengajian Rutin Trilapanan Rabu Pahing di Halaman SMP Islam Sirojuddin Sidorejo, Rabu (07/10/2026) mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 jamaah Muslimat dan Fatayat yang berasal dari 13 ranting se-Kecamatan Pulokulon.
Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Sidorejo, Ny. Halimah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para jamaah yang antusias memadati lokasi acara.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang telah berkenan hadir mempererat silaturahmi, meskipun cuaca cukup terik. Kami juga memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila dalam penyediaan tempat maupun suguhan masih banyak kekurangan," ujar Ny. Halimah.
Ia berharap kekompakan dan kebersamaan kader Muslimat NU di Sidorejo dapat terus dijaga dengan baik.
Pengajian rutin ini juga mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Sidorejo, Partini, yang menilai tradisi pengajian sebagai benteng moral dan identitas warga Nahdliyin.
"Terima kasih kepada PAC Muslimat NU Pulokulon yang telah mempercayakan Desa Sidorejo sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa berkah melimpah bagi warga desa kami," tutur Partini.
Sementara itu, Ketua PAC Muslimat NU Pulokulon, Harini, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran seluruh pengurus dari 13 ranting secara lengkap. Dalam sambutannya, ia menekankan tiga poin penting:
- Apresiasi Tuan Rumah: "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PR Muslimat NU Sidorejo yang telah bekerja keras dan bergotong royong hingga acara ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses."
- Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades Serentak 2026: "Mendekati pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, seluruh anggota harus tetap menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. Kader Muslimat NU harus cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan. Pilihlah calon kepala desa terbaik di antara yang baik. Jika merasa bimbang, beristirahatlah sejenak dan jernihkan pikiran. Jangan sampai kita tergiur atau tertipu daya oleh praktik politik uang karena dampaknya bisa sangat fatal bagi masa depan desa kita."
- Persiapan Hari Santri Nasional (HSN) 2026: "Mari kita persiapkan diri dari tingkat ranting untuk mengikuti Lomba Senam, Tausiyah, dan Menghias Tumpeng tingkat Cabang pada bulan Oktober ini. Puncaknya, pada 22 Oktober mendatang, kita akan bersama-sama menghadiri Upacara HSN dan Senam Massal di Alun-Alun Purwodadi bersama seluruh jamaah se-Kabupaten Grobogan."
Dukungan terhadap keutuhan organisasi juga disampaikan oleh Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Pulokulon, H. Jumali. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara struktur NU dan seluruh badan otonom (Banom).
"NU dan seluruh badan otonom di dalamnya harus senantiasa guyub rukun. Semua organ NU dan banom wajib bergerak linier serta tegak lurus dengan pengurus di atasnya, mulai dari tingkat Ranting, MWC, PC, hingga PBNU. Dengan keselarasan ini, seluruh program organisasi dapat berjalan efektif dan membawa manfaat nyata bagi seluruh umat," tegas H. Jumali.
Mauidhoh Hasanah dan Empat Penopang Dunia
Memasuki acara inti, Ustadzah Eka Nurhadi AH memberikan mauidhoh hasanah dengan mengingatkan jamaah mengenai tanda-tanda akhir zaman sebagaimana diajarkan dalam Islam.
"Akan datang suatu masa kepada manusia, di mana tidak ada yang tersisa dari Al-Qur'an kecuali tulisannya saja, dan tidak ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya saja. Masjid-masjid mereka megah secara fisik dan bangunannya indah, tetapi kosong dari petunjuk dan hidayah," terang Ustadzah Eka.
Beliau menjelaskan bahwa fenomena tersebut kini mulai terasa di tengah masyarakat, seperti Al-Qur'an yang hanya dibaca tanpa diamalkan, Islam yang sebatas status identitas, serta bangunan masjid yang berdiri megah namun sepi dari kegiatan ibadah.
Lebih lanjut, Ustadzah Eka menguraikan bahwa tegaknya kehidupan dunia yang harmonis dan penuh keberkahan ditopang oleh empat perkara utama:
- Bi 'Ilmil Ulama (بِعِلْمِ الْعُلَمَاءِ): Keberadaan ilmu dan bimbingan para ulama sebagai penuntun serta pembeda antara yang benar dan yang salah.
- Bi 'Adlil Umara (بِعَدْلِ الْأُمَرَاءِ): Keadilan para pemimpin yang menjalankan amanah dengan jujur dan bertanggung jawab.
- Bi Sakhawatil Aghniya (بِسَخَاوَةِ الْأَغْنِيَاءِ): Kedermawanan orang-orang kaya melalui penunaian zakat, infak, dan sedekah.
- Bi Da'watil Fuqoro' (بِدَعْوَةِ الْفُقَرَاءِ): Doa tulus dari kaum fakir dan dhuafa sebagai penopang kekuatan spiritual dan penjaga keberkahan masyarakat.
"Oleh karena itu, seluruh anggota Muslimat NU hendaknya senantiasa berpegang teguh pada bimbingan para ulama, mendoakan para pemimpin agar selalu berlaku adil, gemar berbagi rezeki kepada sesama, serta jangan pernah melupakan keberadaan kaum dhuafa di sekitar kita," tutup Ustadzah Eka.
Rangkaian pengajian rutin ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Tanfidziah PR NU Sidorejo, K. Moh Mustain, memohon agar wilayah Sidorejo dan Pulokulon senantiasa dilimpahi keberkahan, kerukunan, serta dijauhkan dari fitnah akhir zaman.
Penulis: Nurhadi
Editor : Rubadi



