Kobarkan Semangat GAZPOL, Pemuda dan Tokoh Grobogan Lawan Angka Putus Sekolah

Kobarkan Semangat GAZPOL, Pemuda dan Tokoh Grobogan Lawan Angka Putus Sekolah


GROBOGAN – Sebuah gerakan masif untuk penyelamatan masa depan generasi muda Grobogan dilaksanakan di Rumah Kedelai Grobogan Minggu (12/7), gerakan tersebut dikemas dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL (Grobogan Zero Anak Putus Sekolah).


Tak sekadar seremonial, gerakan yang diinisiasi oleh kolaborasi progresif PC IPNU, IPPNU, dan PMII Grobogan ini menjadi genderang perang terhadap belenggu putus sekolah di wilayah tersebut.


​Mengusung tema besar "Memperluas Akses Pendidikan melalui PKBM sebagai Upaya Strategis Pencegahan Putus Sekolah", forum ini sukses menyatukan energi positif dari unsur legislatif, pegiat pendidikan, organisasi kepemudaan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat. 


Mereka berkumpul dengan satu tujuan yakni merumuskan langkah konkret demi memastikan tidak ada lagi anak Grobogan yang kehilangan hak belajarnya.


​Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan, Mansata Indah Maratona, dengan lantang menegaskan, beban berat ini tidak boleh hanya dipikul oleh pemerintah. Sinergi dari seluruh elemen masyarakat adalah kunci utamanya.


​"Pendidikan adalah hak fundamental setiap anak! DPRD melalui Komisi D berkomitmen penuh untuk terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada perluasan akses pendidikan. Kita akan perkuat PKBM sebagai jembatan emas bagi mereka yang terputus dari jalur formal. Gerakan GAZPOL ini harus kita jadikan gerakan semesta!" seru Mansata.


​Senada diungkapkan, Pegiat Pendidikan Grobogan, Puji Astutik, ia mengingatkan bahwa isu ini adalah tentang kemanusiaan dan masa depan bangsa. 


"Anak putus sekolah bukan sekadar deretan angka statistik. Mereka adalah masa depan kita! Kita wajib membuka pintu akses pendidikan selebar-lebarnya agar mereka kembali memeluk mimpi-mimpinya," ujarnya.


​Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Grobogan, Gus Saidun, juga turut membakar semangat dengan menyebut pendidikan sebagai investasi peradaban jangka panjang. Baginya, visi besar Grobogan bebas anak putus sekolah hanya bisa terwujud lewat kerjasama total lintas organisasi.


​"GAZPOL butuh aksi nyata, bukan sekadar kata-kata. Dari pemerintah, pesantren, dunia usaha, hingga komunitas terkecil, semua punya tanggung jawab moral untuk memastikan lentera pendidikan tetap menyala di setiap rumah," tegas Gus Saidun.


​Sebagai motor penggerak dari kalangan pelajar dan mahasiswa, lanjutnya, komitmen baja harus ditunjukkan oleh para pemimpin muda.


Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Grobogan, M. Izabul Kirom, menyatakan kesiapan pasukannya menjadi garda depan untuk turun langsung ke akar rumput.


​" Kami akan bergerak melakukan edukasi, pendampingan, dan merangkul kembali teman-teman yang putus sekolah agar mau belajar lagi, baik lewat sekolah formal maupun PKBM. Tidak ada yang boleh tertinggal!" ungkap Izabul.


​Nuansa semangat juga ditiupkan oleh Ketua PC PMII Grobogan, Winda Nuril Mufarida. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh diam di menara gading saat ada anak-anak yang kehilangan hak belajarnya.


​"Mahasiswa harus hadir, mengadvokasi, dan menjadi penyambung lidah bagi mereka yang suaranya tak terdengar. GAZPOL harus menjadi gerakan kolektif yang berdenyut di setiap nadi masyarakat Grobogan," seru Winda. 


​Acara puncak ditandai dengan pembacaan Deklarasi GAZPOL sebagai bentuk komitmen suci lintas sektor untuk memperkuat peran PKBM dan memperkokoh sinergi para pemangku kepentingan.


​GAZPOL akan menjadi awal dari langkah panjang, sebuah gerakan berkelanjutan yang siap mengikis habis angka putus sekolah, mendongkrak kualitas SDM, dan melahirkan wajah baru Kabupaten Grobogan yang inklusif, merata, serta berkeadilan bagi seluruh warganya.


Penulis : Rubadi

أحدث أقدم
Post ADS 1